Kisah Paul Gurita akan Difilmkan
URIMESING KAMP | Sepak Bola | Selasa, 27 Juli 2010 |
LONDON, - Masih ingat dengan Paul si gurita peramal yang sukses menebak hasil pertandingan Piala Dunia 2010 kemarin? Kini Paul yang masih hidup di Jerman itu kisahnya akan difilmkan.
Paul si gurita peramal yang tepat menebak pertandingan puncak final Piala Dunia 2010 antara Jerman melawan Spanyol itu makin populer walau ajang sepakbola terakbar sejagad telah usai 11 Juli lalu.
Paul begitu dipuja dan juga dibenci oleh penggemar sepak bola di seluruh dunia. Pendukung Argentina dan Jerman membenci Paul, bahkan ada yang ingin memasak Paul. Pendukung Spanyol begitu mencintai Paul, bahkan kota Carballiono di Spanyol menjadikan Paul sebagai warga kehormatan kota itu.
Adalah China Film Group Corporation dan Beijing Filmblog Media Company telah selesai membuat film dengan judul "The Murder of the Octopus" dan akan dirilis Agustus nanti. Film tersebut tergolong "Black Comedy" dan telah selesai dibuat di Afrika Selatan kini memasuki tahap pascaproduksi.
Sayangnya, Paul gurita yang asli tidak bisa membintangi film itu sehingga sutradara film menggunakan gurita lain. Film itu fokus pada ramalan Paul yang benar dan juga mengulas bagaimana si gurita memperoleh kemampuan meramal serta mendiskusikan kemungkinan nasibnya.
Paul populer di China, bahkan Shanghai World Expo mengeluarkan perangko khusus Paul, sementara raksasa belanja online Taobao.com saat ini menjual barang seperti mainan dan kaos bertema gurita.
Bahkan di China telah banyak produk yang digandrungi warga karena menggunakan imej Paul si Gurita Peramal itu. Misalnya tempat tisu, taplak meja, peralatan makan minum dan sebagainya.
Tidak itu saja, kepopuleran Paul juga meningkatkan harga gurita di Beijing. Sebelum Piala Dunia harga gurita mulai dari 40 yuan perkilogram dan kini meningkat menjadi 60-65 yuan.
"Saya bisa menjual setidaknya 50 kilogram dalam sehari. Ada beberapa pembeli yang membeli gurita untuk dijadikan binatang peliharaan," kata penjual di jalanan kota Beijing yang dikutip Sky Showbiz. (*)
Larangan pemakaian seragam Man United
URIMESING KAMP | Sepak Bola |
Manchester United dan klub-klub Liga Inggris lain sangat terkenal di Malaysia dan seluruh Asia, namun ulama setempat menganggap kaus tim itu tidak Islami.
Kaus tim sepak bola lain yang dilarang termasuk Brasil, Portugal, Barcelona, Serbia dan Norwegia karena ada lambang salib.
"Tidak ada alasan untuk mengenakan kaus-kaus itu karena berarti sebagai seorang Muslim, anda mengidolakan simbol agama lain," kata Datuk Nooh Gadot, pemimpin majelis agama Johor, Malaysia.
"Dalam masalah ini, tidak ada kompromi atas nama hiburan, model atau bahkan olah raga," tambahnya.
"Bilapun kaus itu merupakan pemberian, harus ditolak. Orang lebih berdosa bila sadar bahwa kaus itu salah dan masih membeli dan mengenakannya," kata Nooh Gadot.
Plus menjadi Silang
Tidak ada kompromi atas nama hiburan, model atau bahkan olah raga Nooh Gadot
Ulama lain, Harussani Zakaria, ulama dari negara bagian Perak, sepakat bahwa lambang setan harus dihindari.
"Tentu saja dalam Islam, kita tidak boleh membiarkan orang mengenakan lambang-lambang seperti itu," kata Harussani kepada kantor berita AFP.
Sebelumnya, sejumlah ulama Malaysia juga mengeluarkan fatwa kontroversial termasuk melarang yoga, yang dianggap mengandung unsur agama Hindu.
Bulan Maret lalu, Manchester United menandatangani kontrak sponsor lima tahun dengan Telekom Malaysia.
"Siapapun yang ikut tur ke Asia tahun lalu, tahu persis bagaimana dukungan rakyat Malaysia untuk klub ini," kata David Gill, direktur Manchester United.
Peringatan soal dosa karena mengenakan kaus "setan merah" Manchester United ini menimbulkan reaksi para pendukung di Malaysia.
"Lain kali mereka akan meminta merubah simbol aritmetika "+" menjadi "x" karena dianggap tidak halal," komentar salah seorang pendukung di situsnya.
Sumber: BBC
Rooney Belum Matang
URIMESING KAMP | Sepak Bola | Kamis, 22 Juli 2010
PHILADELPHIA, Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, mengaku kecewa dengan sikap beberapa pihak yang terus menyebut penyerangnya, Wayne Rooney, sebagai biang kegagalan tim nasional Inggris di Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Ferguson menilai beban itu terlalu berat diberikan pada Rooney, yang menurutnya masih berada dalam tahap perkembangan menuju pesepak bola yang matang.
Di Piala Dunia 2010 lalu, Rooney memang gagal menampilkan permainan terbaiknya. Bahkan, bisa dibilang penampilan mantan pemain Everton ini selama berada di Afsel sangat kontras dengan performanya di klub. Musim lalu, Rooney berhasil mencetak 34 gol di semua kompetisi yang dijalani United.
Bandingkan dengan penampilannya saat membela "The Three Lions" di turnamen sepak bola terbesar dunia itu. Alih-alih tampil tajam, Rooney justru gagal mencetak gol satupun. Inggris sendiri, akhirnya harus pulang lebih awal, setelah dipermalukan Jerman, 1-4, di babak perdelapan final.
Meski begitu, Fergie tetap yakin bahwa penyerang kesayangannya ini akan kembali tajam bersama United di Premier League musim kompetisi 2010-2011 mendatang. "Rooney mengalami pengembangan dalam hal timing dan pergerakan dalam kotak penalti. Penempatan posisinya juga berkembang dari musim lalu," kata Fergie pada ESPN.
"Ronney memberi kami lebih dari 30 gol, dan bila ia melakukannya lagi, maka inilah yang kami harapkan. Anak ini punya bakat menyerang yang hebat dan yang perlu kami lakukan sekarang adalah menunggu kematangannya,"
"Kami juga memberi pengasuhan kepada Rooney, dan mencoba untuk memberi nasihat serta melatihnya dengan cara yang baik, sehingga ia bisa mengembangkan permainannya. Namun yang paling penting, saya pikir ia hanya butuh mematangkan diri saja. Dan bila ia mendapatkan hal itu, saya pikir kita akan melihat sosok pesepak bola yang lengkap," tambah pelatih berusia 68 tahun ini.
Saat ini, United sedang berada di Amerika Serikat, guna menjalani rangkaian tur pra-musim 2010. Malam nanti, United akan menjalani pertandingan persahabatan dengan klub MLS, Philadelphia Union di Stadion Lincoln Finacial Field.
Sumber: FIFA
Langganan:
Postingan (Atom)
