Rabu, 07 Juli 2010
Marwijk sendiri tidak kuasa menahan haru ketika para pemainnya memastikan Belanda lolos ke final Piala Dunia pertama mereka sejak 1978. "Ini sulit dipahami. Sebuah negara kecil namun tidak untuk sepak bolanya, lolos ke final Piala Dunia. Kami memulainya dua tahun lalu dengan skuat ini. Sejak awal saya mengatakan kita harus punya keyakinan. Namun kita harus melalui proses hingga mencapai yang sekarang ini," jelasnya, Rabu (7/7).
Ia mengatakan apa yang terjadi pada tim Belanda saat ini mengingatkan dirinya saat membawa Feyenoord merebut juara Piala UEFA 2002 lalu. Walau tidak diperkuat pemain-pemain bintang, ia mampu membawa Feyenoord merebut gelar di ajang antarklub Eropa.
"Itu bukan hal mudah namun akhirnya tim mulai yakin bahwa mereka bisa memenangkan gelar juara. Namun, seperti banyak kejadian di masa lalu, ketika kami bermain sepak bola indah, kami harus hati-hati dan tidak menjadi puas terlalu dini. Melawan Uruguay, kami mengawali dengan bagus namun kemudian kehilangan kendali di lini tengah namun kembali bisa menguasai keadaan," jelasnya.
Kini, tugas Marwijk hanya satu pertandingan lagi yaitu final dimana Belanda akan menghadapi pemenang laga Jerman melawan Spanyol. Jika mampu menang di final dan mempersembahkan mahkota juara kepada negaranya, pelatih berambut putih ini akan menjadi pelatih terbesar sepanjang sejarah Belanda. (Rtr)

Comments :
Posting Komentar